Pembagian Harta Gono Gini Menurut Hukum

Pembagian Harta Gono Gini Menurut Hukum – Gono Gini atau harta bersama adalah harta yang diperoleh secara bersama-sama oleh suami istri selama masa ikatan perkawinan. Pembicaraan tentang Gono Gini sering memanas di masyarakat dan menyita perhatian publik, terutama media dalam kasus perceraian. publik atau artis yang terkait dengan sengketa distribusi gono gini atau milik bersama. Kasus perceraian yang menjadi pokok perkara justru akan semakin rumit dan berbelit-belit, bahkan sering memanas dalam persidangan perceraian di pengadilan jika digabung dengan tuntutan pembagian gono gini atau harta bersama, atau jika ada perdamaian harta. pembagian gono gini atau harta bersama dalam kasus perceraian. Lantas bagaimana perspektif hukum Islam tentang Gono Gini? Metode penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian hukum hukum normatif. Penelitian hukum normatif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara menelaah bahan pustaka atau data sekunder.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam fikih Islam pembahasan harta gono Gini tidak membahas secara rinci pembagian harta gono Gini antara suami dan istri. dalam perkawinan, tetapi hanya secara garis besarnya saja, sehingga menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda. Kompilasi Hukum Islam disusun dengan maksud untuk melengkapi Hukum Perkawinan dan berusaha untuk menempatkannya secara praktis sebagai hukum hukum meskipun posisinya tidak sama. Sehingga pembahasan harta bersama lebih banyak dibahas dalam kompilasi hukum Islam pada Bab XIII yang terdiri dari 13 pasal.

[related by="category" number='1']

Safitri, A. Irwina, Zulis Mariastutik dan Muhammad Andri. (2022). INILAH PEMBAGIAN ASET GONO MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Jurnal Keadilan, 11(1), 85-95. https://doi.org/10.32492/justicia.v11i1.697

Pembagian Harta Gono Gini Menurut Hukum

Pembagian Harta Gono Gini Menurut Hukum

M. Yahya Harahap, Kedudukan, Kewenangan dan Tata Cara Peradilan Agama UU No. 7 Tahun 1989, Jakarta, Snar Graffiti, 2003.

Harta Gono Gini Dalam Suatu Pernikahan Adalah Semua Harta Benda

Andri, Muhammad dan Haris Budiman. “Konstruksi ideal berbagi kekayaan kolektif”. UNIFIKASI: Jurnal Ilmu Hukum 8.2 (2021): 186-193

Andri, Muhammad. “Implikasi Nikah Isbath Terhadap Status Istri, Anak dan Harta Dalam Perkawinan Bawah Tangan”. Jurnal Penegakan Hukum Indonesia 1.1 (2020): 85-96.

Hasanah, Uswatun dan Latiffani Chitra. “Studi Pembagian Harta Gono Gini Menurut Kompilasi Hukum Islam”. Jurnal Penelitian Sains dan Sosial 1.2 (2018): 137-140.

Hasanah, U. dan Chitra, L. (2018). Kajian Pembagian Harta Gono Gini Menurut Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Sosial, 1(2), 137-140.

Perjanjian Gono Gini

Hasanah, Uswatun; CHITRA, Latifani. Kajian Pembagian Harta Gono Gini Menurut Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Sosial, 2018, 1.2:137-140 Masih bingung dengan istilah harta gono-gini? Siapa Takut. Demikian penjelasan lengkap tentang harta gono-gini dan pembagiannya.

Selain masalah kesehatan, salah satu masalah yang muncul di masa pandemi adalah meningkatnya kasus perceraian. Dengan tekanan dan masalah komunikasi yang terjadi, banyak pasangan memilih untuk mengakhiri hubungan mereka melalui perceraian. Bahkan fenomena ini muncul di beberapa negara seperti misalnya Inggris, Amerika Serikat, China dan juga Swedia. Bagaimana dengan Indonesia?

Ya, seperti beberapa negara ini, Indonesia juga mengalami fenomena yang sama saat pandemi masuk ke Indonesia. Menurut laporan dari laman lokadata.id, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), terdapat 6,4 persen (4,7 juta pasangan) dari 72,9 juta rumah tangga di Indonesia yang terpaksa bercerai. . . Terkait fakta tersebut, Prof. Euis Sunarti, guru besar IPB, menyatakan hal yang sama. Dari situs resmi IPB, disebutkan ada 50 kasus perceraian sah di Indonesia setiap jamnya. (04/07/2021)

Pembagian Harta Gono Gini Menurut Hukum

Secara umum, ada beberapa hal yang biasanya membuat pasangan memutuskan untuk bercerai. Misalnya, ketidakcocokan, perselisihan yang tidak dapat didamaikan, perselingkuhan dan juga faktor ekonomi. Faktor-faktor ini dapat memburuk ketika pandemi Covid-19 terjadi. Mengapa?

Apakah Istri Sirih Bisa Mendapatkan Hak Harta Gono Gini?

Karena, seperti yang kita ketahui, pandemi menghadirkan tantangan besar bagi individu dan pasangan. Jika tidak bisa menyelesaikan masalah bersama, tentunya hubungan rumah tangga bisa menjadi tegang. Misalnya terkait masalah keuangan. Karena kondisi ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk dan tentunya berdampak pada masyarakat, pasangan harus bisa menyelesaikan masalah bersama-sama. Jika mereka tidak bisa melakukan itu, bukan tidak mungkin hubungan mereka berakhir dengan perceraian.

Nah, ketika kita berbicara tentang perceraian, tentu kita tidak bisa lepas dari pembicaraan tentang harta. Bagaimana penjelasan lengkap aset gono-gini dan pembagiannya? Lanjutkan membaca artikel ini.

Berdasarkan Pasal 35 Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 (“UU Perkawinan”), harta benda perkawinan dibagi menjadi tiga jenis, yang pertama adalah harta bawaan, yaitu harta yang diperoleh masing-masing suami istri sebelum perkawinan berlangsung. tempat. Seperti namanya, harta warisan dikuasai oleh masing-masing suami dan istri kecuali para pihak menentukan lain. Yang kedua adalah harta milik masing-masing suami atau istri yang diperoleh melalui warisan atau hadiah dalam perkawinan. Hak atas harta ini sepenuhnya ada pada masing-masing suami atau istri. Selain itu, yang terakhir adalah harta bersama, yaitu harta yang diperoleh selama perkawinan.

Aset bersama juga disebut aset gono-gini. Misalnya, benda-benda yang dibeli dengan uang yang diperoleh selama perkawinan diproduksi. Nah, jika terjadi perceraian, maka pembagian harta harus dibicarakan dan diselesaikan dengan baik agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Bisakah Istri Tuntut Harta Gono Gini? Begini Hukumnnya

Dengan demikian, jika seorang suami dan istri memiliki perjanjian pranikah untuk mengatur pemisahan harta benda suami dan istri, ketika pasangan itu bercerai, pembagian harta akan mengacu pada perjanjian tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *